BAB I
Pendahuluan
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Indonesia
merupakan salah satu negara yang terdapat di asia tenggara yang wilayahnya
secara geografis terdiri dari pantai, rawa, danau, pergunungan, hutan tropis
secara ekologi sangat potensial sebagai tempat perindukan nyamuk. Perikliman
yang terdapat di indonesia sangat renta
terhadap penyebaran penyakit menular, termasuk penyakit tular vektor nyamuk.
Nyamuk merupakan serangga kecil yang termasuk dalam kelas Antropoda, ordo
Diptera dan femilia Culicudae. Nyamuk
tersebar luas di seluruh dunia mulai dari kutub beriklim dingin, sampai ke
daerah beriklim tropis, dapat dijumpai pada ketinggan 5000 meter dari permukaan
laut dan pada kedalaman 1500 meter di bawah permukaan tanah yaitu daerah
pertambangan (Balaba, 2009).
Nyamuk
dari genus anopheles merupakan utama dalam penyebaran penyakit malaria. di
seluruh dunia, genus Anopheles
jumlahnya kurang lebih 2000 species, 60 diantaranya sebagai vektor malaria.
Jumlah nyamuk Anopheles di indonesia
terdapat 80 species, 30 puluh diantarnya sebagai vektor malaria, dan 18 species
telah di komfirmasikan sebagi vektor malaria dan filaria (Ariati,dkk.,2007).
Penyakit malaria di Indonesia disinyalir berkorelasi dengan kepadatan nyamuk
Anopheles sebagai vektor, bahwa
banyaknya vektor akan berkorelasi positif dengan tingginya kasus penyakit yang
terjadi (Suwito Dkk.,2010). oleh karena itu, maka semakin padat populasi vektor
maka semakin meningkatnya kontak vektor
yang infektif terhadap manusia, yang mengakibatkan tingginya kasus dan luasnya penyebaran.
Berbagai
program telah dilakukan oleh pemerintah dalam menurankan kasus melaria, namun
saat ini hasilnya belum sesuai dengan yang di harapkan. Hal ini disebabkan oleh
banyak faktor yang mempengaruhinya antara lain masih kurangnya pemahamn tentang
biokologi vektor dari malaria,
epidiomologi malaria, strategi pengendalian malaria serta perilau
masyarakat (sputro Dkk.,2010). oleh karena itu, dalam penaggulangan malaria
semua pihak harus berpartisipasi dan mempunyai rasa peka terhadapa masalah
malaria yang tiap harinya akan bertambah. Hasil dari penulisan ini
diaharapkan dapat menjadi informasi
dalam penanggulangan malaria yang
efektif dan serta untuk mengetahui populasi dari Anopheles terhadap
peyebaran penyakit malaria di
Indonesia. Dan informasi yang diperoleh
dapat digunakan sebagi masukan bagi pembaca, dalam menjaga lingkungan dan
kesehatan masyarakat.
BAB
II
Pembahasan
2.1 Nyamuk
Anopheles
Nyamuk
Anopheles adalah nyamuk yang menjadi
vektor dari penyakit malaria. Nyamuk Anopheles
mengalami metamorfosis sempurna, yaitu dari telur menjadi larva, pupa dan
dewasa. Dari struktur morfologi nyamuk Anopheles
berbeda dari dari nyamuk lainnya. Telur dari naymuka Anopheles di letakkan di atas permukaan air berbentuk seperti
perahu yang bagian bawah konveks, bagian atasnya konkaf dan mempunyai sepasang
pelampung yang terletak sebelah lateral. Larva dari Anopheles dampak mengapung sejajar dengan permukaan air, mempunyai
bagian-bagian badan yang bentuknya
khas,yaitu spirakel pada bagian posterior abdomen, tergal plate pad bagian
tengah sebelah dorsalabdomen dan sepasang bulu palma pada bagian lateralabdome.
Pupa mempunyai tabung pernafasan yang bentunya lebar dan pendek yang digunakan
untuk mengambil O2 dari udara. Morfologi dari nyamuk dewasa pulpus
nyamuk jantan dan betina mempunyai panjang yang sama dengan panjang
probosisnya. Perbedaannya pada nyamuk janta ruas dari pulpus bagian apikal
berbentuk gada,sedangkan pada nyamuk betina ruas tersebut mengecil. Sayap pada
bagian pinggir ditumbuhi sisik-sisik sayap yang berkelompok membentuk gambaran
belang-belang hitam dan putih. Selain itu bagian ujung sayap membentuk
lengkung.bagian posterior abdomen tidak seruncing nyamuk aedes dan tidak
setumpul nyamuk masonia, tetapi sedikit melancip.
Nyamuk
Anopheles mengalami metamorfosis
sempurna. Telur meneta menjadi larva yang kemudian melkkan pengeluasan
kuliy/eksoskelet sebanyak 4 kai, lau menadi pupa da menjadi nyamuk dewasa janan
atau betina. Waktu yang diperlukan untuk pertumbuhan sejak telur sampai dewasa
bervariasi antara 2-5 minggu. Nyamuk Anopheles
mengalami metamorfosis sempurna Di daerah Kabupaten Pulau Seribu, tempat
perindukan nyamuk terjadi pada kolam-kolam perendaman rumput laut yang sudah
tidak di fungsikan lagi, lagun, tambak, semur dangkal, dan genangan air
(Ariati, dkk., 2007). Hasil penelitian pada 6 pulau di Kabupaten Kepulauan
Seribu yaitu Pulau Pari, Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, Pulau Rambut, Pulau
Panggang, Pulau Kotok. Pada pulau Kotok dan Pulau Panggang tidak genangan air
yang berpotensial sebagai habitat larva nyamukAnopheles.
Tabel 1. Berbagai jens genangan air yang ditemukan di
beberapa pulau di kepulaun seribu yang berpotens sebagai habitat Anopheles.
Nama pulau
|
Jenis genangan air yang ditemukan
|
||||
Kolam
|
Sumur
|
Mangrove
|
Lagun
|
Tambak
|
|
P. Pari
|
+*
|
+*
|
-
|
-
|
-
|
P. Panggang
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
P. Untung jawa
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
P. Tidung
|
-
|
+*
|
-
|
+
|
+
|
P. Rambut
|
_
|
-
|
+
|
-
|
-
|
Keterangan : * ditemukan larva An. Subpictus
Di
P. Pari ditemukan kolam perendaman rumput laut dan sumur dangkal yang positif
terdapat larva Anopheles. Dan di P.
Tidung terdapat sumur dangkal yang positif terdapat larva Anopheles. Sedangkan pada P. untung jawa, dan pulau Rambut walau
pun terdapat sumur, hutan mangrove, lagun dan tambak tidak ditemukan larva Anopheles pada setiap genangan air yang
ditemukan. Sedangkan pada penangkapan nyamuk Anopheles dewasa, di P. Untung Jawa ditemukan nyamuk dewasa dan
begit juga dengan P. Pari.
2.2 Aspek Perilaku Nyamuk Anopheles
Aktifitas nyamuk anopheles sangat dipengaruhi pada
jelembaban udara dan suhu. Umunya anopheli aktif menghisap darah manusia pada
malam hari. Pada pukul 21:00-22:00 nyamuk diluar rumah lebih banyak. Di luar
rumah aktivitas menggigit meningkat dengan puncak gigitan pada pukul
01:00-02:00, sedangkan dalam rumah puncak gigitan meingkat pada pukul
21:00-01:00 . setelah pukul 02:00 aktifiitas gigitan mengalami penurunan
(Mardiana, dkk., 2007).
Umur nyamuk dewasa anopheli dialam bebas 1-2
minggu, tetapi di labolatorium mencapai 3-5 minggu (FKUI,2008). Perilaku naymuk dalam mengigit akan
berpengaruh kepada penyebaran penyakit
malaria dan juga panjang umur dari annopheli akan berpengaruh dalam
perkembangan plasmodium stadium sporozoit di dalam tubuh nyamuk.
2.3 Penyebaran Penyakit Malaria
Penyakit malaria adalah suatu penyakit yang dapat
menyerang siapa saja mulai dari balita sampai orang tua. Malaria adalah suatu
penyakit yang disebabkan oleh protozoa obligat intraseluler dari genus
Plasmodium. Malaria pada manusia dapat disebabkan oleh P. malariae, P.
vivax, P. falciparum dan P. ovale. Salah satu indikator dalam
melihat seberapa besar masalah penyebaran penyakit malaria disatu daerah adalah
dengan melihat kejadian penyakit malaria pada bayi, balita dan anak sampai umur
9 tahun.
Dalam
perkembangannya nyamuk sebagai vector penaykit malaria dipenagruhi oleh
beberapa faktor seperti kondisi geogerfis, cuaca, kelembaban, suhu, waktu, tempat
untuk istirahat, tempat unruk mencari makanan, tempat unruk berkembangbiak dan
atau kondisi lingkungan yang begiti kondusif untuk berkembangnya nyamuk yang
termasuk juga social budaya masyarakat setempat(Kazwaini dan Martini, 2006).
2.3.1 Pengaruh Tempat
Perindukan dengan Penyebaran Malaria
Lingkungan fisik, kimia, biologis
dan sosial budaya sangat berpengaruh terhadap penyebaran penyakit malaria dan
juga sangat di pengaruhi oleh faktor resiko berhubungan dengan nyamuk Anopheles sebagai fektor dari malaria. jenis
vektor penyebab penularan malaria di tanjng Kabupaten Lombok Utara yaitu An.
sundancis dan An subpictus. tempat perkembangbiakan dari Anopheles ini yaitu di laguna yang air payau dan tawar (Getas, Zaetun,
2012).
Penyebaran malaria yang terdapat di dareah tanjung Kabupaten
Lombok Utara bahwa jarak lagunan dan keluar
malam hari menjadi variabel yang berpengaruh
terhadap kejadian malaria. Menurut Kazwaini dan Martini (2006), jarak
hunian dengan TPV (tempat perindukan vektor) menunjukan adanya hubungan yang
seknifiakan, atau denagn kata lain TPV berpengaruh terhadap kejadian malaria.
Dan selanjutnya kondisi dinding rumah yang tidak rapat, keberadaan jentik
nyamuk pada lagunan dan tidak memakai obatt anti nyamuk menjadi variabel dalam
kejadian malaria.
Jarak lagunan sengat berpengaruh di karenakan lingkungan fisik dan kimia pada laguan mendukung sebagai tempat
berkembangbiakan nyamuk dan didukung dengan kemampuan nyamuk Anopheles terbang 0.5-2km dari tempat
perkembangbiakan.Menurut Kazwaini dan Martini (2006), sela=-0-=-‘
Kepadatan nyamuk Anopheles
per orang per malam (MBR) menunjukkan Anopheles menghisap darah sepanjang
bulan, tertinggi pada Desember, dengan rata-rata 108 gigitan per orang per
malam pada Desember. Nyamuk Anopheles lebih banyak menghisap darah di luar
rumah dibandingkan dengan di dalam rumah (Gambar 1). pda bulan desember
memiliki curah hujan yang tinggi, sehinga semakin tinggi curah hujan akan
menaikan kepadatan nyamuk, demikian juga sebaliknya rendahnya curah hujan
mengurangi kepadatan nyamuk. Adanya hujan akan menambah jumlah dan jenis
genangan air, yang sebelumnya hanya sedikit atau tidak ada pada musim kemarau.
Keberadaan tambak terbengkalai, kobakan dan kubangan menjadi lebih banyak, bak
benur (terbengkalai) yang kering menjadi berisikan air, kondisi air lagun dan
rawa-rawa menjadi lebih payau. kondisi haitat seperti ini sangat disenagi oleh
nyamuk Anopheles sebagai temapt
perkembangbiakan larva. Semakin banyak habitat perkembangbiakan mempermudah
nyamuk meletakkan telur, sehingga kepadatan nyamuk semakin tinggi. Hujan yang
diselingi dengan cuaca panas akan meningkatkan berkembangbiaknya Anopheles
vektor (Suwito, 2010).
2.3.3 Pengaruh
Kepadatan Nyamuk
Kepadatan vektor yang tinggi menjadikan Lampung Selatan
daerah endemis malaria sepanjang tahun. oleh karena itu kepadatan populasi
vektor yang tinggi dapat meningkatkan kontak vektor yang infektif terhadap
manusia. sehingga kasus penyakit malria semakin meningkat. , sebagaimana
pernyataan Rozendal (1997) bahwa banyaknya vektor akan berkorelasi positif
dengan tingginya kasus penyakit. Penyakit malaria di Lampung disinyalir
berkorelasi dengan kepadatan nyamuk Anopheles sebagai vektor. Nyamuk Anopheles yang telah ditemukan kontak
dengan manusia di Lampung Selatan antara lain A. sundaicus, A. subpictus, A.
vagus, A. indefinitus, A. nigerrimus, A. peditaeniatus, A. kochi, A.
Barbirostris, A. annullaris, A. separatus, A. tessellatus dan A. aconitus (
Suwito, dkk., 2010).
Gambar 3. Hubungan
kepadatan Anopheles (MBR) dengan khusus malaria di rajabasah, Lampung Sealatan dan Padangcermin-pesawaran.
Gambar
4. Hubungan kepadatan Anopheles
(MBR) dengan kasus malaria (satu bulan berikutnya) di Rajabasah, Lampung
Selatan dan Pandangcermin-pasrawan.
Kepadatan nyamuk Anopheles dikaitkan dengan penyakit malaria, menunjukkan
tidak ada hubungan bermakna kepadatan Anopheles dengan kasus malaria (p=0,901)
(Gambar 3). Namun, pada saat kepadatan Anopheles dihubungkan dengan kasus
malaria satu bulan berikutnya, didapatkan nilai p=0,021 (p<0,05), artinya
ada hubungan bermakna kepadatan Anopheles dengan kasus malaria satu bulan
berikutnya. Hubunganya positif kuat (H=0,681), semakin tinggi kepadatan nyamuk
per orang per malam (MBR) maka semakin besar kasus malaria pada bulan
berikutnya (Gambar 4).
Kepadatan Anopheles mempunyai hubungan bermakna dengan jumlah kasus
malaria satu bulan berikutnya (p=0,021). Hubunganya positif kuat (H=0,681),
semakin tinggi kepadatan Anopheles per orang per malam maka semakin besar kasus
malaria pada bulan berikutnya. Dengan kata lain, terjadinya peningkatan
kepadatan Anopheles pada bulan ini, peningkatan kasus malaria akan terjadi satu
bulan berikutnya. Hasil ini sesuai dengan masa inkubasi intrinsik parasit
malaria, mulai dari masuknya parasit ke dalam tubuh manusia sampai dengan
timbulnya gejala klinis Plasmodium falciparum membutuhkan waktu 8-11 hari
(Garcia & Brucher 1996), P. Vivax membutuhkan waktu 12-17 hari (Suwito,
201
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
·
Vector utam
dalam penyebaran malaria nyamuk dari kelas Antropoda, ordo Diptera dan
femilia Culicudae dan genus Anophales.
·
Malaria
adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh protozoa obligat intraseluler
dari genus Plasmodium, yang di vaktorkan oleh nyamuk Anophales.
·
Jarak tempat
hunian dengan tempat perindukan / perkembangbiakan / TPS berpengaruh terhadap
kejadian malaria, semakin dekat hunian dengan tempat perindukan /
perkembangbiakan / TPS makn akan semakin besar resiko terhadap kejadian
malaria.
·
Semakin
tinggi kepadatan populasi naymuk Anopheles maka semakin tinggi tingkat
kontak dengan manusia dan semakin tinggi pula penyebaran dari malaria, dan
sebaliknya.
·
Yang
mempengaruhi kepadatan / populasi dari Anopheles yaitu curah hujan, kelembaban, suhu, temapt
perindukan dan waktu.
·
3.2
Saran
·
Pemberantasan
malaria di harapkan rasional, efektif dan efisien .
·
Kesadaran
akan kebersiahan dan hidup sehat harus di tingkatkan .
·
Program
perintahan yang lebih mementingkan kesehatan masyarakat sebagai upaya dalam
kesejahteraan masyarakat.
3.3 Ucapan terima kasih
Penulis mengucapkan
teriam kasih kepada senua pihak yang telah membantu dalam penulisan maklah ini.
Dan terima kasih sebanyak-banyaknya
kepada ibu pembimbim dalam Mata Kuliah SEMINAR HEWAN.
Daftar
Pustaka
Ariati dkk.,2007.Habitat Naymuk Anopheles Subpictus Di Enam
Pulau, Kabupatan Kepulauan Seribu. J 6(1): 511-517
Balaba ,
2009. Koleksi Referensi Nyamuk Di Desajepangrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten
Brora. 5(1): 6-10
Getas dan Zaetun, 2012. Faktor Resiko Penularan Paenyakit
Malria Di Sekitar Laguna Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. 6(4)
Kazwaini, dan Martini, 2006. Tempat Perindukan Vektor,
Species Naymuk Anopheles, Dan Pengaruh Jarak Tempat Perindukan Vektor Nyamuk
Anopheles Terhadap Kejadian Malaria Pada Balita. J Kesehatan lingkungan, 2(2):
173-182
Staf Pengajar, Parasitolgi
Kedokteran edisi keempat, Jakarta: Balai Penerbit FKUI, 2008
Suwito, dkk.,2010. Hubungan Iklim, Kepadatan Nyamuk
Anopheles Dan Kejadian Penyakit Malaria. J Entemol indo .7(1): 42-53
Ada beberapa solusi alami yang dapat digunakan dalam pencegahan dan menghilangkan diabetes secara total. Namun, satu-satunya aspek paling penting dari rencana pengendalian diabetes adalah mengadopsi gaya hidup sehat Kedamaian Batin, Nutrisi dan Diet Sehat, dan Latihan Fisik Reguler. Keadaan kedamaian batin dan kepuasan diri sangat penting untuk menikmati kesehatan fisik yang baik dan atas semua kesejahteraan. Kedamaian batin dan kepuasan diri adalah kondisi pikiran yang adil. Orang dengan penyakit diabetes sering menggunakan pengobatan komplementer dan alternatif. Saya didiagnosis menderita diabetes pada tahun 2000. Sedang bekerja merasa sangat lelah dan mengantuk. Saya meminjam glukometer dari rekan kerja dan diuji pada 760. Segera pergi ke dokter saya dan dia memberi saya resep seperti: Insulin, Sulfonamides, tetapi saya tidak bisa mendapatkan penyembuhan daripada mengurangi rasa sakit dan menghilangkan rasa sakit lagi. Saya menemukan nama kesaksian wanita Comfort online bagaimana Dr Akhigbe menyembuhkan HIV-nya dan saya juga menghubungi dokter dan setelah saya minum obatnya seperti yang diperintahkan, saya sekarang benar-benar bebas dari diabetes oleh dokter jamu Akhigbe. Jadi pasien diabetes yang membaca kesaksian ini untuk menghubungi emailnya drrealakhigbe@gmail.com atau Nomornya +2348142454860 Ia juga menggunakan ramuan herbalnya untuk penyakit seperti: Gigitan SPIDER, SCHIZOPHRENIA, LUPUS, DEMAM BERDARAH, MALARIA, INFEKSI EKSTERNAL, UMUM DINGIN, DASAR GABUNGAN, DASAR BAYAM, GERAKAN, STROKE, STROKE TUBERKULOSIS, PENYAKIT PERUT. ECZEMA, PROGERIA, MAKAN GANGGUAN, INFEKSI RESPIRATORI RENDAH, DIABETIKA, HERPES, HIV / AIDS,; ALS, DIARRHEA KABEL, KABEL, KANKER, MENINGITIS, HEPATITIS A DAN B, THYROID, ASCEMA, PENYAKIT HARI, KABUPATEN. AUTISM, NAUSEA Muntah ATAU DIARE, PENYAKIT GINJAL, EREKSI LEMAH. MATA TWITCHING MENSTRUATION PAINFUL ATAU IRREGULAR. Akhigbe adalah pria yang baik dan dia menyembuhkan semua tubuh yang datang kepadanya. di sini adalah email drrealakhigbe@gmail.com dan Nomornya +2349010754824
BalasHapusAda beberapa solusi alami yang dapat digunakan dalam pencegahan dan menghilangkan diabetes secara total. Namun, satu-satunya aspek paling penting dari rencana pengendalian diabetes adalah mengadopsi gaya hidup sehat Kedamaian Batin, Nutrisi dan Diet Sehat, dan Latihan Fisik Reguler. Keadaan kedamaian batin dan kepuasan diri sangat penting untuk menikmati kesehatan fisik yang baik dan atas semua kesejahteraan. Kedamaian batin dan kepuasan diri adalah kondisi pikiran yang adil. Orang dengan penyakit diabetes sering menggunakan pengobatan komplementer dan alternatif. Saya didiagnosis menderita diabetes pada tahun 2000. Sedang bekerja merasa sangat lelah dan mengantuk. Saya meminjam glukometer dari rekan kerja dan diuji pada 760. Segera pergi ke dokter saya dan dia memberi saya resep seperti: Insulin, Sulfonamides, tetapi saya tidak bisa mendapatkan penyembuhan daripada mengurangi rasa sakit dan menghilangkan rasa sakit lagi. Saya menemukan nama kesaksian wanita Comfort online bagaimana Dr Akhigbe menyembuhkan HIV-nya dan saya juga menghubungi dokter dan setelah saya minum obatnya seperti yang diperintahkan, saya sekarang benar-benar bebas dari diabetes oleh dokter jamu Akhigbe. Jadi pasien diabetes yang membaca kesaksian ini untuk menghubungi emailnya drrealakhigbe@gmail.com atau Nomornya +2348142454860 Ia juga menggunakan ramuan herbalnya untuk penyakit seperti: Gigitan SPIDER, SCHIZOPHRENIA, LUPUS, DEMAM BERDARAH, MALARIA, INFEKSI EKSTERNAL, UMUM DINGIN, DASAR GABUNGAN, DASAR BAYAM, GERAKAN, STROKE, STROKE TUBERKULOSIS, PENYAKIT PERUT. ECZEMA, PROGERIA, MAKAN GANGGUAN, INFEKSI RESPIRATORI RENDAH, DIABETIKA, HERPES, HIV / AIDS,; ALS, DIARRHEA KABEL, KABEL, KANKER, MENINGITIS, HEPATITIS A DAN B, THYROID, ASCEMA, PENYAKIT HARI, KABUPATEN. AUTISM, NAUSEA Muntah ATAU DIARE, PENYAKIT GINJAL, EREKSI LEMAH. MATA TWITCHING MENSTRUATION PAINFUL ATAU IRREGULAR. Akhigbe adalah pria yang baik dan dia menyembuhkan semua tubuh yang datang kepadanya. di sini adalah email drrealakhigbe@gmail.com dan Nomornya +2349010754824
BalasHapus